Surabaya,(APIndonesia.Com).Hingga akhir Agustus 2008, total mitan yang telah ditarik dari wilayah Jatim sebesar 151.879 Kl atau setara dengan 24 persen dari target. Jumlah itu setara dengan rata-rata sebesar 1.293 KL/day.
Sementara itu, daerah yang sudah status closed (terkonversi) di Jatim antara lain 18 kecamatan di Sidoarjo,5 Kecamatan di Kota Malang, 18 kecamatan di Surabaya, 3 kecamatan di Batu, 9 kecamatan di Gresik dan 6 kecamatan di Kabupaten Malang.
''Meski menunjukkan peningkatan dalam proses konversi, sejauh ini juga ditemukan berbagai kendala atau hambatan baik internal maupun eksternal,'' ungkap Humas Pertamina Eviyanti Rofraida, Rabu (10/9).
Lebih lanjut dipaparkan Evi bahwa kendala internal antara lain adalah kemampuan 8 SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji) dalam pengisian LPG 3 kg di Jatim yang sejak Juli berkapasitas 121.000 tabung/hari hanya mampu melayani kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, Pasuruan dan Kediri).
''Untuk itu secara nasional kami menargetkan berdiri total 129 SPBBE pada tahun 2008 ini. Sementara target total pembangunan SPPBE di Jatim hingga akhir 2008 adalah 37 buah dimana sekitar 30 masih dalam proses,'' imbuh alumni FISIP Unair ini.
Sementara kendala eksternal, lanjut Evi adalah masih adanya 6 kota/kabupaten yang masuk dalam program BPH Migas berupa distribusi kartu kendali (Kardal) yaitu kota Mojokerto, Kota/kab Kediri, Kota/Kab Madiun, dan Kab Tuban. ''Dengan kondisi itu maka pada wilayah tersebut belum dapat dilaksanakan tahapan program konversi dari mitan ke elpiji. Insya Allah pada tahun 2009 mendatang wilayah itu akan kami garap,'' pungkasnya. (edo)