Kejadian tersebut terjadi sesaat setelah rombongan Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Provinsi NTB meninggalkan lokasi razia di sepanjang Jalan Ismail Marzuki, Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.
Saat rombongan Satpol PP meninggalkan lokasi itu, sejumlah warga memanggil wartawan yang meliput razia itu masing-masing Yosibio dari Trans TV, Herman Zuhdi dari TVOne dan Dwi dari Radar Lombok.
Seperti dilansir dari Antara saat ketiga wartawan/wartawati itu mendekat, secara tiba-tiba mereka dihajar kelompok preman hingga Yosibio babak belur dan kameranya terjatuh.
Sementara Herman Zuhdi ditampar beberapa kali kemudian kameranya diambil dan kasetnya dirusak.
Sedangkan wartawati Radar Lombok hanya didorong keluar rumah oleh kelompok preman itu.
Satpol PP Provinsi NTB yang sudah berada di markasnya, kembali bertolak ke lokasi razia setelah mengetahui wartawan yang meliput razia itu dihajar preman.
Kapolsek Mataram, AKP Arief Yuswanto, mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan sudah mengidentifikasi sejumlah pelakunya.
"Identitas sejumlah pelaku sudah kami kantongi, namun saat disambangi di kediamannya ia kabur. Upaya pengejaran para pelaku penganiayaan itu akan terus dilakukan," ujarnya. (ant)