Halaman depan Berita Nasional Berita Internasional Berita Ekonomi dan Bisnis
Opini, Artikel, Makalah Berita Hukum, Kriminal, Bedah Kasus Berita Kesehatan, Tips, Gaya Hidup Berita Pendidikan
Berita Politik Berita Daerah, Otonomi Berita Agama Olah Raga
Seni dan Budaya JABODETABEK Susunan Redaksi Surat Pembaca
SEGENAP JAJARAN STAF DAN REDAKSI MENGUCAPKAN MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN "SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H
:: Hari ini, Kamis 09 September 2010
 
Mensesneg : Beli Pesawat Kepresidenan, Negara Berhemat 100 Miliar PDF Cetak E-mail
Friday, 05 February 2010

  Jakarta,(APIndonesia.Com).Terkait pengadaan Pesawat khusus Kepresidenan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi membantah kalau hal itu sebuah bentuk pemborosan sebaliknya negara akan menghemat sebesar 100 Miliar selama lima tahun bila dibandingkan sewa dari maskapai komersial.

  Sudi Silalahi menjelaskan, penghematan sebesar itu didapat dari selisih antara ongkos sewa pesawat selama lima tahun dibandingkan harga satu unit pesawat terbang Boeing 737-800 yang Sekretariat Negara akan beli. “Selain itu, negara akan mempunyai aset berupa pesawat terbang khusus yang dapat dipergunakan oleh siapa saja Presiden dan Wapres RI terpilih hasil Pilpres mendatang,” ujar Sudi Silalahi kepada wartawan di Kantor Mensesneg, Jakarta, Kamis (4/2/2010) sore.

  Anggaran sewa pesawat terbang untuk keperluan perjalanan dinas Presiden dan Wapres RI setiap tahunnya adalah Rp 180 milyar atau totalnya Rp 900 milyar untuk satu periode pemerintahan.   Sementara harga pesawat yang hendak dibeli adalah US$ 85,4 juta atau sekitar Rp 800 miliar.

  "Kalau sewa kita keluar Rp 900 miliar dan nggak punya pesawat, sedangkan membeli, kita keluar Rp 800 miliar tapi pesawatnya milik kita. Uang muka Rp 200 miliar yang diajukan, juga belum dipakai satu sen pun," jelas Sudi.

  Menurutnya perhitungan di atas dilakukan bersama antara pemerintah dan DPR selaku pihak yang berwenang dalam pengesahan anggaran negara. Berdasar hasil hitungan itulah DPR kemudian mendorong pemerintah merealisasikan rencana pengadaan pesawat khusus kepresidenan yang digagas pada era Presiden Abdurrahman Wahid dan dirancang serius pada 2006. "Jadi kalau ada anggota DPR yang menyesalkan pengadaan pesawat, ya kita heran juga," imbuh Sudi.

  Mantan Sekretaris Kabinet ini juga menegaskan, pengguna pesawat terbang khusus yang rencananya akan dibeli pada 2011 tersebut justru lebih banyak para Presiden dan Wapres RI periode mendatang. Sebab pemerintahan baru hasil Pilpres 2014 tidak perlu lagi melakukan pengadaan pasawat terbang baru. "Pak SBY kan 2014 tidak ikut pilpres lagi, jadi beliau pakai pesawat itu paling 2 tahun dan selanjutnya adalah presiden baru," sambungnya. (an/ap/*)

 
< Preview   Next >
Bookmark and Share

   Pencarian Cepat
:
 

Siapakah yang paling pantas untuk menduduki Kursi Ketua KPK menurut anda ?
 
FrenchGermanItalianPortugueseRussianSpanish

Ramalan Cuaca

sumber: bmg.go.id


Free Web Counter

Kurs IDR Bank BCA

8-Sep-2010 / 16:33 WIB
Kurs
Jual
Beli
USD
9100.00 8900.00
SGD
6776.45 6603.45
HKD
1171.45 1143.75
CHF
9043.10 8818.10
GBP
14080.00 13718.00
AUD
8347.30 8128.30
JPY
109.23 105.80
SEK
1252.65 1214.55
DKK
1562.45 1511.55
CAD
8690.50 8456.50
EUR
11560.05 11279.05
SAR
2436.20 2364.20
NZD
6565.45 6368.45
CNY
1340.70 1309.00
sumber : BCA

Syndicate



Situs Berita APIndonesia.Com
Sekretariat Redaksi : Gedung Dewan Pers, Lt.5, Jalan Kebon Sirih No.32-34
Telp. 021-3503349, 3864167, Email : redaksi@apindonesia.com, satufki@gmail.com