IITF 2008 adalah sebuah pehelatan Travel Fair terbesar di Indonesia yang menjadi ajang promosi skala mendunia yang bertujuan meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke Indonesia. Format acaranya meliputi 1 hari Trade show (B2B) dan 3 (tiga) hari consumer fair (B2C), dimana masyarakat Jakarta dapat membeli paket domestik dan internasional dengan harga sangat spesial.
Panca R Sarungu, Project Director IITF 2008 dalam siaran persnya di Jakarta, Senin, (14/1) mengatakan,”kami ingin masyarakat bisa merencanakan informasi perjalanan atau liburan dan melakukan pembukuan lebih awal termasuk untuk musim liburan sekolah bulan Juni dan Juli dengan harga special lanjutnya. Disisi lain kami meminta pihak peserta pameran untuk memberikan harga sangat spesial yang hanya berlaku untuk pemesanan serta pembayaran selama acara ini berlangsung”.
Untuk mendukung program VIY 2008 penyelenggara juga akan mengundang sedikitnya 50 buyer asing yaitu wholesaler dan top outboud agent dari negara Asean dan China dalam program semi hosted buyer dengan dukungan pihak hotel yang memberikan fasilitas akomodasi Cuma- cuma serta pihak perusahaan penerbangan yang memberikan diskon khusus. Sedikitnya 15 media partner menyatakan dukungan atas suksesnya acara ini termasuk 2 televisi lokal di Jakarta dan 2 TV swasta skala nasional. Panitia menganggarkan promosi senilai 1,8 Milyar Rupiah dan selain itu bekerjasama dengan pihak penyelengara Asian Beach Games 2008 yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2008 berupa Cross selling awareness.
Panca optimis target pengunjung sebanyak 30.000 dari kalangan menengah keatas serta pembukuan transaksi senilai 25 milyar rupiah akan tercapai.
Ketika ditanya dukungan dana pemerintah dalam IITF 2008 selain berupa endorsement.
“Saat ini kami masih self funding dan mudah-mudahanan pemerintah tergerak untuk mendukung acara ini lebih dari dari sekedar peserta biasa. Saya yakin minimal sama dengan salah satu National Tourism Organization negara tetangga yang dari jauh hari sudah booking 36 Sqm,”sebut Panca sambil menunjuk stand Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
Peserta pameran dihari pertama akan mendapat kesempatan bertemu dengan trade visitor yang terdiri travel agent, PCO, event manager corporate dan media.
“Kami berencana mengundang 300 kalangan korporat yang terdiri dari sekertaris dan penentu keputusan perusahaan yang ingin mendapatkan informasi Meeting, Incentives, Convention & Exhibition (MICE),”ungkap Panca.
Sebelumnya, Bali yang merupakan tujuan wisata utama dari pasar domestik senilai 87 triliun Rupiah diharapkan menjadi pemain penting pada acara ini, untuk itu pihak penyelengara mengadakan presentasi, (11/1) lalu di Diwangkara Holiday Villa Beach Resort & Spa di Sanur. Tercatat 100 perwakilan dari hotel, travel serta pihak terkait lainya hadir pada acara ini.
Huzni Muit selaku Regional General Manager Holiday Villa & Resort Bali telah menyatakan partisipasinya dalam event yang telah di reserved sebanyak 70% dari total lahan pameran.
“Jika Malaysia memiliki MATTA Fair dan Singapura ada NATAS Fair masing masing 2 kali setahun, seharusnya Jakarta juga memiliki event seperti ini,“kata Huzni.
Sementara itu Ketua ASITA Bali, Al Purwa juga berharapkan event ini akan menjadi kegiatan tahunan sehingga mendorong potensi pariwisata Indonesia khususnya di Bali.
“Ada beberapa attraksi dan baru yang masyarakat Jakarta perlu ketahui, misalnya Balon terbang di Nusa Dua dan Bali Safari Park,”tuturnya.(Setyawan).