Halaman depan Berita Nasional Berita Internasional Berita Ekonomi dan Bisnis
Opini, Artikel, Makalah Berita Hukum, Kriminal, Bedah Kasus Berita Kesehatan, Tips, Gaya Hidup Berita Pendidikan
Berita Politik Berita Daerah, Otonomi Berita Agama Olah Raga
Seni dan Budaya JABODETABEK Susunan Redaksi Surat Pembaca
MOHON DOA DAN DUKUNGAN KADER DAN SIMPATISAN FKI-1 DALAM PENERBITAN "KORAN SUARA NASIONAL" YANG AKAN TERBIT PERDANA PADA AWAL FEBRUARI 2010
:: Hari ini, Sabtu 31 Juli 2010
 
Rencana Proyek Pusat Kerajinan Yogyakarta Bermodal Utang PDF Cetak E-mail
Thursday, 24 January 2008
  Jakarta,(APIndonesia.Com). Aliansi Rakyat Pekerja Yogyakarta menolak proyek pusat kerajinan yang bermodalkan utang dari Bank Dunia. Penolakan tersebut juga didukung oleh berbagai LSM di Jogya yang secara serentak bergabung membentuk Koalisi Anti Utang (KAU).

 Proyek Pusat Kerajinan yang merupakan Rencana Pembangunan Pasar seni dan kerajinan Yogyakarta di bekas terminal Umbulharjo. Pendanaan proyek ini berasal dari Bank Dunia dengan nilai utang sebesar 32 Milyar.
  Kusfiardi Koordinator Koalisi Anti Utang (KAU) atau Anti Debt Coalition Indonesia dalam pernyataan sikapnya di Jakarta, Kamis(24/1) menyatakan kalau utang itu harus di tolak daripada menambah jumlah tanggungan pemerintah untuk menyelesaikan utang yang sampai sekarang saja masih belum terselesaikan.
  Kendatipun pembangunan proyek pusat kerajinan itu bertujuan untuk untuk meningkatkan pengusaha kerajinan kecil di kota pelajar tersebut, namun sesungguhnya keberadaan Proyek itu malah menambah beban utang pemerintah yang berpengaruh negatif terhadap kemampuan APBN dan APBD untuk memenuhi hak-hak konstitusi rakyat. “Jika pemerintah bisa menghapuskan utang maka akan tersedia cukup dana untuk mensejahterahkan rakyat, harusnya pemerintah lebih fokus mengalokasikan anggaran untuk mendukung ketersediaan pangan nasional untuk pemulihan ekonomi rakyat serta mendukung meningkatnya kesejahteraan rakyat,” papar Kusfiardi.
  Menurut Kusfiardi utang ini akan sangat berimplikasi pada pengurangan alokasi-alokasi anggaran kesejahteraan rakyat dalam pembayarannya dan akan menjadi beban besar kepada dana APBD yang seharunya di alokasikan untuk kepentingan rakyat.
  Di tahun 2008 ini telah direncanakan akan dianggarkan sekitar Rp 5 milyar dari APBD dan Rp 26 milyar dari utang Bank Dunia melalui pemerintah pusat, ini merupakan kebijakan yang tidak demoktratis ketika rakyat tidak dilibatkan dalam proses keputusan ini. (Setyawan).




Berikan komentar anda untuk berita ini
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Preview   Next >
Bookmark and Share

   Pencarian Cepat
:
 

Apa tindakan untuk kepala Rumah Tahanan Pondok Bambu?
 
FrenchGermanItalianPortugueseRussianSpanish


Free Web Counter



Situs Berita APIndonesia.Com
Sekretariat Redaksi : Gedung Dewan Pers, Lt.5, Jalan Kebon Sirih No.32-34
Telp. 021-3503349, 3864167, Email : redaksi@apindonesia.com, satufki@gmail.com