| Pers Dihimbau Agar Lebih Seimbang |
| Thursday, 11 February 2010 | |
|
Jakarta,(APIndonesia.Com). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau insan pers Indonesia agar lebih seimbang atau adil dalam pemberitaannya. Pers diminta agar jangan hanya mengangkat berita buruk saja namun sesekali juga memberitakan berita-berita yang baik. Media, kata SBY, diberi kebasan untuk mengangkat berita yang memaparkan kekurangan atau kesalahan, agar nantinya dapat menjadi pelajaran, sebagai informasi bagi rakyat, dan membuka jalan agar sanksi diberikan. Namun Presiden juga mengimbau agar berita baik juga ikut diangkat, ”Jangan malu-malu untuk mewartakan karena itu juga punya dampak yang baik, rakyat menjadi tahu, bisa dicontoh,” ujar SBY dalam sambutan acara penyerahan Piala Citra Abdi Bhakti Negara di Istana Negara, Kamis (11/2) pagi. ”Ada yang mengatakan good news is no news, ada yang mengatakan justru bad news itu good news. Saya kurang setuju, menurut saya bad news is bad news, good news is good news,” kata Presiden SBY. Presiden SBY juga bercerita tentang pembicaraannya dengan salah satu dubes Indonesia di negara ASEAN. Dubes tersebut mengatakan, siaran televisi Indonesia diterima juga di negara-negara ASEAN, namun kebanyakan pemberitaannya hanya berfokus pada yang buruk-buruk saja. ”Mengapa sekali-kali juga diangkat yang baik-baik, supaya negara tetangga, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan sebagainya itu melihat Indonesia utuh. Ada yang belum baik, ada yang sudah baik. Itu harapan mereka,” SBY menambahkan. Ada negara yang mengontrol media massa sehingga yang diangkat hanya berita baik saja. Menurut SBY, itu tidak baik dan tidak jujur. "Yang baik dan yang benar adalah ada kebebasan, namun pers itu sendiri mengangkat segala sesuatunya berimbang. Kita sendirilah yang harus menceritakan apa adanya, yang baik dikatakan baik, yang tidak baik atau belum baik, katakanlah demikian,” Presiden SBY menegaskan. (AN/AP) |